Kota Kupang

Wagub NTT Buka Pelatihan Mazmur dan Audisi Peserta PSGP Alor Menuju Pesparani Nasional 2027: Kita Bantu Tetapi WASPADA

Diperbarui

alorpos.com - LEMBAGA Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Alor, yang saat ini dipimpim Terince Marsalina Mabilehi,S.H., menggelar kegiatan Pelatihan Mazmur, dan Seleksi/Audisi Peserta Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGP)   Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026, yang berlangsung sejak 13-15 Oktober 2026, di Paroki Yesus Gembala Yang Baik Kalabahi.  

Rangkaian kegiatan ini dibuka Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol (Purn).Dr.Drs.Johny Asadoma,M.Hum., didampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., Selasa (13/10/2026) sore di Aula SMAK St.Yoseph Kalabahi. Hadir sejumlah pejabat Pemkab Alor, antara lain Asisten I Setda Kabupaten Alor, Syafyuddin A.I.Djawa,S.H., Kepala BPBD yang juga mantan Pj.Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang,.Sos.,M.A.P., Kepala Bapperida, Dominkus N.Salmau,S.T.,M.A.P., dan Kepala Bagian Kesra Setda Alor, Simon Atalo,S.Sos.

Acara pembukaan tersebut diawali dengan Perayaan Misa selebran yang dipimpin Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Kalabahi, Romo Ambros Bala Ladjar,Pr., bersama pastor dari Paroki St.Yohanes Rasul Helandohi-Pantar, Paroki St. Yakobus Rasul Bukapiting-Alor Timur Laut, dan Paroki Sta. Maria Fatima Kalongbuku Moru-Alor Barat Daya. Hadir sekitar 150 peserta baik untuk pelatihan Mazmur maupun Auidisi Peserta Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa dari paroki-paroki di Kabupaten Alor.   Dalam homilinya, Romo Ambros Ladjar yang juga Pembina LP3KD Kabupaten Alor mengharapkan agar seluruh rangkai kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan nanti berjalan dengan baik dan diberkati Tuhan. Dengan demikian, apa yang menjadi harapan bersama, terjadi pengkaderan pemazmur dan peserta paduan suara dalam Gereja-gereja Katolik di Kabupaten Alor dapat berjalan dengan baik.

Romo Ambros mengingatkan agar kegiatan pelatihan dan audisi itu jangan hanya dibuat untuk memenuhi formalitas belaka.   Kemudian dalam sambutannya di acara seremonial pemerintahan, Romo Ambros menekankan agar kegiatan ini menumbuhkan rasa solider umat Katolik di Kabupaten Alor.

“Pak Wakil Gubernur NTT ini orang Alor, sehingga saya yakin apa yang disampaikan Ketua LP3KD Kabupaten Alor, tentu akan diperhatikan pak Wakil Gubernur (Johni Asadoma),”kata Romo Ambros disambut aplaus hadirin.    

Peserta yang hadir untuk mengikuti audisi ini banyak, tetapi menurut Romo Ambros, firman Tuhan sudah mengatakan dalam Injil, bahwa  “banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih”. Karena itu nanti hanya 32 orang yang mewakili Alor dan NTT ke ajang Pesparani Nasional Manado-Sulawesi Utara.

“Karena itu yang tidak terpilih nanti tidak usah kecewa. Yang terpenting bagaimana kita membangun kebersamaan di dalam kelompok komunitas Katolik yang ada, dan berdampak baik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Alor,”pesan Romo Ambros, sembari berterima kasih atas dukungan dan kehadiran Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo.

Sementara itu, Ketua LP3KD Kabupaten Alor, Terince M.Mabilehi,S.H., dalam sapaannya mengaku sangat bersyukur karena kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, didampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo.

Kesempatan itu, Terince menyampaikan perkembangan  LP3KD Kabupaten Alor sejak berdiri pada 2017 hingga saat ini. Menurut Terince yang juga Ketua DPP Paroki Yesus Gembala Yang Baik Kalabahi ini, bahwa sejak berdiri, LP3KD Alor telah mengikuti tiga kali Pesparani Tingkat Nasional, dimana dua diantaranya berhasil meraih medali emas untuk Provinsi NTT.

“Semua ini terjadi karena ada dukungan pemerintah daerah melalui anggaran untuk mendukung kegiatan kami. Namun bantuan pemerintah yang ada masih terdapat banyak kekurangan kebutuhan, sehingga kami dibantu oleh para pastor dan umat yang ada. Bahkan saat Pesparani tingkat Kabupaten Alor, kami juga dibantu oleh saudara-saudara kami dari kalangan Kristen Protestan maupun Islam dalam semangat toleransi,”kisah Terince.  

Hasilnya, lanjut Terince, saat mewakili NTT dalam ajang Pesparani Nasional II di Ambon kategori Paduan Suara Anak, dan Pesparani Nasional III Tahun 2023 di Jakarta untuk kategori Paduan Suara Anak, berhasil meraih emas untuk Provinsi NTT. Sedangkan untuk Pesparani Nasional Ke-4 pada Tahun 2027 nanti, karena lokasinya sangat jauh, yakni di Manado-Sulawesi Utara, maka LP3KD Provinsi NTT mempercayakan Kabupaten Alor mewakili NTT untuk kategori Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa.

“Kami hadir dan berkumpul bersama dalam kegiatan pelatihan dan seleksi ini karena ada dukungan pememerintah daerah Kabupaten Alor. Khusus untuk seleksi atau audisi peserta Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa ini, akan terpilih 30 orang plus satu dirigen yang akan mewakili NTT ke Pesparani Nasional Tahun 2027 di Manado-Sulawesi Utara,”ungkap Terince dalam acara yang dimeriahkan dengan penampilan vocalis anak-anak SMPK St.Jibrail Kalabahi ini.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengawali sambutannya dengan mengutip kata-kata bijak dari Santo Agustinus yang disentil pembawa acara, Lince Lalo bahwa  “Siapa yang bernyanyi dengan baik, sama dengan berdoa dua kali”. Menurut Wagub Asadoma, dalam kitab Mazmur menegaskan bahwa Tuhan Bertaktah di Atas Puji-Pujian, sehingga luar biasa bagi mereka yang mencintai puji-pujian.

Johni Asadoma mengaku selalu mencintai puji-pujian, terutama Paduan Suara, sehingga saat masih aktif sebagai anggota Polri dan bertugas di Manado, ia sudah membentuk Paduan Suara dan aktif dalam berbagai kegiatan kerohanian di Manado, Tomohon, Minahasa, bahkan di Bunaken. Demikian pula saat menjadi Kapolda NTT, bahkan saat ini masih aktif di Paduan Suara Alumni SMAN I Kupang.

“Paduan suara itu bukan sekadar kita bernyanyi, tetapi ada unsur religious, unsur penyerahan jiwa kepada Tuhan. Dipimpin seorang dirigen, semuanya harus menghasilkan suara yang harmoni dan indah. Ini butuh kerja sama, kepatuhan terhadap dirigen, dan intelektualitas dalam memahami not angka, not balok serta menghafal kata-kata atau lirik lagu,”tandas mantan petinju nasional yang pernah tampil di Olimpiade ini.  

Karena itu, Wagub  Johni Aasadoma menegaskan bahwa dia sangat mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan Mazmur dan Paduan Suara   yang diselenggarakan LP3KD Kabupaten Alor. Menurutnya, orang Alor punya potensi yang luar biasa pula dalam bidang seni suara. Ia mencontohkan salah satu putra Alor yang telah menjadi penyanyi nasional yakni Anmes Kamaleng, sehingga harus menjadi motivasi bagi anak-anak Nusa Kenari lainnya.

Berawal dari aktif mengikuti kegiatan bernyanyi untuk Tuhan, kelak bisa melahirkan penyanyi yang professional. Karena itu Wagub NTT ini menghimbau anak-anak muda Alor agar kembangkan potensi diri masing-masing. Jauhi hal-hal negative seperti minum alkohol sampai mabuk-mabukan, merokok, pakai obat-obatan terlarang dan sebagainya. Para pimpinan agama dihimbau Wagub Johni Asadoma agar menjadi mitra pemerintah yang terus memberikan pembinaan kepada anak-anak muda di rumah-rumah ibadah masing-masing. Kepada para orang tua, diminta Wagub Johni Asadoma agar utamakan kebutuhan kesehatan dan pendidikan anak-anak agar tumbuh sehat dan cerdas, sehingga kelak menjadi orang yang sukses serta beguna bagi daerah, bangsa dan negara.

“Saya mendukung kegiatan pelatihan Mazmur dan Audisi Paduan Suara ini. Sudah dibantu Pemkab Alor sebesar Rp 500 juta. Kalau kurang, masih ada pak Wakil Bupati Alor (Rocky Winaryo) yang mendukung secara pribadi. Kalau hitung-hitung masih kurang, buat proposal ke provinsi pasti akan kita bantu, tetapi Waspada, walau sedikit pasti ada,”tandas jenderal polisi bintang dua ini, seraya menyampaikan selamat berbahagia kepada yang terpilih mengikuti Persparani Nasional di Manado.       

Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo menyampaikan terima kasih kepada LP3KD Kabupaten Alor, dan semua pihak yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan dimaksud. Wabup Winaryo berharap agar kegiatan tersebut dapat menghasilkan pemazmur yang baik serta peserta Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa yang berkualitas untuk mewakilli Provinsi NTT ke Pesparani Nasional.

Rocky Winaryo menginformasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 Juta untuk mendukung kegiatan Pesparani Nasional Tahun 2027 di Manado.

“Jika alokasi anggaran itu masih kurang, nanti kita sesuaikan. Kalau pemerintah tidak bisa tambah, kita usahakan sendiri, karena masih ada pak Wakil Gubernur NTT,”kata Wabup Rocky Winaryo, disambut aplaus hadirin.

Wabup Alor juga berharap agar Pemerintah NTT dapat memberikan bantuan kepada SMAK St.Yoseph Kalabahi, yang saat ini telah menjadi salah satu sekolah terbaik di daerah ini, agar terus melahirkan generasi Kabupaten Alor yang berkualitas.

“Pak Wakil Gubernur punya otoritas untuk mengatur (bantuan kepada SMA/SMK), yang penting kominikasi selalu dibangun. Saya sangat bersyukur karena pak Wakil Gubernur NTT selalu datang ke Alor dan ikut menyelesaikan masalah di Alor,”kata Wabup Winaryo.  

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelatihan Pemazmur dan Audisi Peserta Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGP)   Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026, Yohanes Arakian dalam laporannya antara lain mengemukakan secara besar tujuan kedua kegiatan dimaksud. Pelatihan pemazmur agar dalam mewartakan Sabda Tuhan melalui Mazmur, bernyanyi dengan baik dan benar. Sedangkan audisi, jelas John Arakian, untuk menjaring peserta Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Kategori Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa Kabupaten Alor yang mewakili Provinsi NTT ke ajang Pesparani Nasional Ke-4 Tahun 2027 di Manado Sulawesi Utara.

Disebutkan bahwa Pemazmur sebagai bagian dari petugas Liturgi, memliki peranan yang penting dalam menggerakan partisipasi umat untuk siap mendengarkan, menghayati serta mengamalkan Sabda Tuhan dalam keseharian hidup  menggereja. Oleh karena itu, kata Arakian, pemahaman serta kemampuan seorang pemazmur perlu diasah dan dipersiapkan dengan baik. Sedangkan audisi, untuk memperoleh peserta Paduan Suara sesuai kriteria/aturan yang telah dipersyaratkan Panitia Pesparani Nasional.

Peserta Pelatihan Mazmur, ungkap John Arakian,  berasal dari utusan semua Paroki di Kabupaten Alor, yakni PAroki St. Yohanes Rasul Helandohi-Pantar, PAroki St. Yakobus Rasul Bukapiting-Alor Timur Laut, Paroki Sta. Maria Fatima Kalongbuku Moru-Alor Barat Daya,  dan Uutusan KUB dari Paroki Yesus Gembala Yang Baik Kalabahi. Dia merincikan, total peserta Pelatihan Mazmur sebanyak 60 orang, dan Peserta Audisi dari empat Paroki yang ada dengan target 150 peserta.

Sedangkan Pemateri atau pelatih terdiri dari  Pelatih Mazmur: Rd. Ambros B. Ladjar, S.Fil., Rd, Irenius Andreas  Leuobi, S,Fil., Rd. Maximus Atolan Bulu Manu, S.Fil.,  Petus Dagomes Flor, S.Ag., dan Mateus Masa, S.Ag. Sedangkan Audisi Peserta Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa melibatkan Tim LP3KD Provinsi Nusa Tenggra Timur:  Elias Djoka dan Maxi Saik.

Untuk materi pelatihan Mazmur, lanjut John Arakian, melingkupi dasar dasar Nyanyian Mazmur, Pengertian Mazmur, Cara membawakan Mazmur dan Bait Pengantar Injil. Sedangkan untuk Audisi Peserta Paduan Suara Gregorian Pria Dewasa, meliputi seleksi administrasi, serta seleksi suara, pendalaman. Menurut Arakian, kegiatan audisi akan dilaksanakan dan dibagi secara bertahap/kelompok. Biaya penyelenggaraan kegiatan ini, ungkap John Arakian, sebesar Seratus Juta Rupah bersumber dari Pemerintah Kabupaten Alor Bagian Kesra Setda Alor TA. 2026 dan  sawadaya LP3KD Kabupaten Alor.  

“Output yang diharapkan, yakni pertama, diperolehanya Pemazmur yang berkompeten dalam membawakan mazmur. Kedua, ditetapkannya calon peserta Paduan Suara Dewasa Putra sebanyak 32 orang, selanjutnya akan  dipersiapkan guna mengikuti Pagelaran Pesparani Tingkat Nasional ke-4 Tahun 2027 yang akan datang,”pungkas John Arakian, sembari mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. (ap/linuskia)

Konten bersifat informatif. Verifikasi informasi penting dengan sumber resmi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!